Kamis, 27 Maret 2014

TUGAS 2 ILMU BUDAYA DASAR

1. Jelaskan definisi kebudayaan serta sebutkan 3 tokoh kebudayaan  !

Jawab :      Kebudayaan adalah hasil karya manusia dalam usahanya mempertahankan hidup, mengembangkan keturunan dan meningkatkan taraf kesejahteraan dengan segala keterbatasan kelengkapan jasmaninya serta sumber- sumber alam yang ada disekitarnya. Kebudayaan boleh dikatakan sebagai perwujudan tanggapan manusia terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proses penyesuaian diri mereka dengan lingkungan. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi kerangka landasan bagi mewujudkan dan mendorong terwujudnya kelakuan. 
Dalam definisi ini, kebudayaan dilhat sebagai "mekanisme kontrol" bagi kelakuan dan tindakan-tindakan manusia (Geertz, 1973a), atau sebagai "pola-pola bagi kelakuan manusia" (Keesing & Keesing, 1971).
 Dengan demikian kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, resep-resep, rencana-rencana, dan strategi-strategi, yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang digunakan secara kolektif oleh manusia yang memilikinya sesuai dengan lingkungan yang dihadapinya (Spradley, 1972).

TOKOH KEBUDAYAAN DI INDONESIA :
A. Raden Oemar Partasoeanda (Pencipta wayang golek)
B. Daeng Soetigna (Pencipta Angklung)
C. H. Suwanda Juru Kendang Karawang (Pencipta Tepak Jaipongan)
Raden Oemar Partasoeanda
Raden Oemar Partasoeanda
Raden Oemar Partasoeanda
Raden Oemar Partasoeanda
Raden Oemar Partasoeanda

2. sebutkan dan jelaskan 7 unsur  kebudayaan !
Jawab :     Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut adalah :
  1. Kesenian
  2. Sistem teknologi dan peralatan
  3. Sistem organisasi masyarakat
  4. Bahasa
  5. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
  6. Sistem pengetahuan
  7. Sistem religi

3. sebutkan wujud kebudayaan menurut dimensi wujudnya !
Jawab :     Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
o Gagasan (Wujud ideal)
Ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat.
o Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
o Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain.

4. sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan !
 Jawab :
a) Terbiasanya masyarakat tersebut mempunyai hubungan/kontak kebudayaan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut, yang mempunyai kebudayaan yang berbeda. Sebuah masyarakat yang terbuka bagi hubungan-hubungan dengan orang yang beraneka ragam kebudayaannya, cenderung menghasilkan warga masyarakat yang bersikap terbuka terhadap unsur-unsur kebudayaan asing. Sikap mudah menerima kebudayaan asing lebih-lebih lagi nampak menonjol kalau masyarakat tersebut menekankan pada ide bahwa kemajuan dapat dicapai dengan adanya sesuatu yang baru, yaitu baik yang datang dan berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, maupun yang berasal dari kebudayaan yang datang dari luar.

b) Suatu unsur kebudayaan baru akan dapat diterima jika unsur kebudayaan yang baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang berlaku, dan karenanya tidak akan merusak pranata-pranata yang sudah ada.

c) Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. Suatu struktur sosial yang didasarkan atas sistem otoriter akan sukar untuk dapat menerima suatu unsur kebudayaan baru, kecuali kalau unsur kebudayaan baru tadi secara langsung atau tidak langsung dirasakan oleh rezim yang berkuasa sebagai sesuatu yang menguntungkan mereka.

d) Suatu unsur kebudayaan baru dengan lebih mudah diterima oleh suatu masyarakat kalau sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut. Di pedesaan di pulau Jawa, adanya sepeda sebagai alat pengangkut dapat menjadi landasan memudahkan di terimanya sepeda motor di daerah pedesaan di Jawa; dan memang dalam kenyataan demikian.
 
e) Sebuah unsur baru yang mempunyai skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan, dibandingkan dengan sesuatu unsur kebudayaan yang mempunyai skala luas dan yang sukar secara konkrit dibuktikan kegunaannya. Contohnya adalah diterimanya radio transistor dengan mudah oleh warga masyarakat Indonesia, dan bahkan dari golongan berpenghasilan rendah merupakan benda yang biasa dipunyai

5. jelaskan hubungan manusia dengan kebudayaan !

Jawab :     Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia
Di dunia sosiologi manusia dengan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,maksudnya walaupun keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh,ketika manusia menciptakan kebudayaan,dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia.

Jumat, 14 Maret 2014

Etika dan Pofesionalisme

        Etika yaitu nilai-nilai prilaku yang ditunjukan oleh seseorang atau organisasi terentu dalam lingkungan. Nilai-nilai moral yang mengikat seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur sikap, tindakan, ataupun ucapannya. Nilai sendiri memiliki artian sebagai hal-hal yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dalam masyarakat. Dalam beretika harus memiliki aturan atau patokan bagi seseorang untuk berprilaku dalam masyarakat, yang bisa kita kenal dengan istilah norma.
        Moral yaitu sebagai semangat atau dorongan bathin dalam diri seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Moralitas seseorang akan menjadi faktor pendorong terbentuknya prilaku orang tersebut yang sesuai dengan etika, namun nilai-nilai moralitas seseorang bisa saja bertentangan dengan etika yang berlaku dalam lingkungannya.
        Etika memiliki prinsip-prinsip yaitu keindahan(beauty), persamaan(equity), kebaikan(goodness), keadilan(justice), kebebasan(liberty), kebenaran(truth).
        Etika umum memiliki sikap jujur, sopan, optimis, kreatif, mampu merancang dan melaksanakan sampai menyelesaikan study dengan baik, mampu menciptakan kehidupan kampus yang nyaman dan kondusif, serta bertanggung jawab secara moral, spiritual dan sosial untuk mengamalkan ipteks.
        Etika khusus yaitu etika yang yang lebih berdampak pada diri sendiri atau lebih untuk membentuk kepribadian diri, seperti berpakaian sopan, bersih, rapi, bertutur kata yang sopan santun dan menciptakan karya ipteks yang mencerminkan kerjenihan hati nurani dan mendorong pada kualitas hidup kemanusiaan.
        Etika propesi yaitu etika yang digunakaan dalam berprofesi. Contohnya memiliki wawasan kependidikan, psikologi,  budaya peserta didik dan lingkungan, mampu melaksanakan praktik bimbingan dan konseling secara profesional, mampu memecahkan berbagai persoalaan yang menyangkut bimbingan konseling, mampu mengembangkan dan mempraktekan kerja sama dama bidangnya dengan pihak terkait.
        Prosfersi yaitu pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup yang mengandalkan suatu keahlian. Disebut profesi karena mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus, dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan, dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup, dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
Ciri-ciri profesi:
1.      Adanya pengetahuan khusus seperti keahlian dan keterampilan yang dimiliki         berkat pelatiha, pendidikan, dan pengalaman brtahun-tahun.
2.      Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi.
3.      Mengabdi pada kepentingan masyarakat.
4.      Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.
5.      Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
Prinsip Etika Profesi:
1.      Tanggung jawab
2.      Keadilan
3.      Otonomi
Terdapat dua jenis bidang profesi yaitu :
1.      Profesi khusus ialah para professional yang melaksanakan profesi secara khusus    untuk mendapatkan nafkah atau penghasilan tertentu sebagai tujuan pokoknya,     contohnya dokter, pendidik/guru, konsultan, dll.
2.      Profesi luhur adalah para professional yang melaksanakan profesinya tidak lagi    untuk mendapatkan nafkah sebagai tujuan utamanya, tetapi sudah merupakan       dedikasi atau sebagai jiwa pengabdiannya semata-mata, contohnya profesi pada     bidang keagamaan dan seni.
Dalam International Encyclopedia of education, terdapat 10 ciri khas suatu profesi dikemukakan yaitu :
1.      Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus    berkembang dan diperluas
2.      Suatu teknik intelektual
3.      Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis
4.      Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi
5.      Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan
6.      Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri
7       Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan        kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya
8.      Pengakuan sebagai profesi
9.      Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari      pekerjaan profesi
10.    Hubungan yang erat dengan profesi lain

Rabu, 12 Maret 2014

Ilmu Budaya Dasar


        Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat membcrikan pengetahuan dasar dan pengcrtian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan.
        Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang ‘akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar. manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities di samping tidak mehinggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian, Ilmu Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu matakuliah tidaklah identik dengan The Humanities (yang disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi: Pengetahuan Budaya).
        Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
        1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
        Ilmu ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi . Hasil penelitiannya 100 % benar dan 100 % salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.
        2. Ilmu-ilmu Sosial ( social science )
        Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hash penelitiannya tidak mungkin 100 % benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.
        3. Pengetahuan budaya ( the humanities )
        Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah
        Tujuan dari ilmu budaya dasar sendiri ialah
        Mengusahakan penajaman dan kepekaat pola pikir kita terhadap lingkungan budaya, sehingga kita lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama untuk kepentingan setiap individu.
        Memberikan kesempatan bagi kita semua untuk memperluas wacana tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia maupun berbagai persoalan budaya.
        Mengkader kita untuk menjadi individu yang toleran dan tidak terjerumus dalam sifat kedaerahan, fanatisme agama, maupun ras atau golongan. Hal ini karena ruang lingkup pendidikan yang kita rasakan saat ini cenderung membuat setiap manusia berpandangan sempit, mementingkan golongan dan lain sebagainya.
        Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
        Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok itu adalah :
1.      Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusian dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), Baik dari segi masing-masing keahlian (Disiplin), didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (Antar Bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2.      Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Kedua Pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), Nampak jelas bahwa manusia menepati posisi sentral dalam pengkajian.
        Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian, bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dan bagaimana pula hubungan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD, pokok-pokok bahasa yang dikembangkan adalah :
        1.      Manusia Dan Harapan
                       Kepercayaan
                       Harapan
        2.  Manusia Dan Kegelisahan
                       Keterasingan
                       Kesepian
                       Ketidakpastian
        3.  Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian
                       Kesadaran
                       Pengorbanan
        4.  Manusia Dan Pandangan Hidup
                       Cita-Cita
                       Kebijakan
        5.  Manusia Dan Cinta Kasih
                       Kasih Sayang
                       Kemesraan
                       Pemujaan
        6.  Manusia Dan Keindahan
                       Renungan
                       Kehalusan
        7.  Manusia Dan Penderitaan
                       Rasa Sakit
                       Siksaan
                       Kesengsaraan
        8.  Manusia Dan Keadilan
                       Kejujuran
                       Pemulihan Nama Baik
                       Pembalasan
        Dari Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercangkup dalam pengetahuan budaya, perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat dan lain-lainnya.
        Masing-masing pokok bahasa dapat didekati dengan baik mengunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut.
Referensi :


Senin, 29 April 2013

Sejarah Bank BNI



Bank BNI berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.
Menyusul penunjukan De Javsche Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai Bank Sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peranan Bank Negara Indonesia sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan, dan kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa, dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri. Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini melandasi pelayanan yang lebih baik dan tuas bagi sektor usaha nasional.
Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai 'BNI 46'. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat  'Bank BNI'  ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988.
Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996. Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus.
Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan 'Bank BNI' dipersingkat menjadi 'BNI', sedangkan tahun pendirian - '46' - digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berangkat dari semangat perjuangan yang berakar pada sejarahnya, BNI bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa menjadi kebanggaan negara.

Visi dan Misi Bank BNI
Visi Bank BNI
Menjadi bank yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam layanan dan kinerja
Pernyataan Visi
BNI berupaya menjadi Bank yang menunjukkan kinerja unggul untuk memberikan nilai investasi yang memuaskan bagi para pemegang saham, menjadi the bank of choice dengan menyajikan kualitas layanan yang terbaik, serta menjadi dominant player (market leader) dengan menyajikan produk/jasa bernilai tinggi di segmen pasar yang dilayani
Misi BNI
•           Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh nasabah, dan selaku mitra pillihan utama (the bank choice)
•           Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor.
•           Menciptakan kondisi terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi.
•           Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.
•           Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik.
Values
Kenyamanan dan Kepuasan

Filosofi Logo Baru
Identitas Baru BNI – Dasar Pembuatan Desain
Identitas baru BNI merupakan hasil desain ulang untuk menciptakan suatu identitas yang tampak lebih segar, lebih modern, dinamis, serta menggambarkan posisi dan arah organisasi yang baru. Identitas tersebut merupakan ekspresi brand baru yang tersusun dari simbol “46” dan kata “BNI” yang selanjutnya dikombinasikan dalam suatu bentuk logo baru BNI.
Huruf BNI
Huruf “BNI” dibuat dalam warna turquoise baru, untuk mencerminkan kekuatan, otoritas, kekokohan, keunikan dan citra yang lebih modern. Huruf tersebut dibuat secara khusus untuk menghasilkan struktur yang orisinal dan unik.
Simbol “46”
Angka 46 merupakan simbolisasi tanggal kelahiran BNI, sekaligus mencerminkan warisan sebagai sebagai bank pertama di Indonesia. Dalam logo ini, angka “46” diletakkan secara diagonal menembus kotak berwarna jingga untuk menggambarkan BNI baru yang modern.
Palet Warna
Palet warna korporat telah didesain ulang, namun tetap mempertahankan warna korporat yang lama, yakni turquoise dan jingga. Warna turquoise yang digunakan pada logo baru ini lebih gelap, kuat mencerminkan citra yang lebih stabil dan kokoh. Warna jingga yang baru lebih cerah dan kuat, mencerminkan citra lebih percaya diri dan segar.
Logo “46” dan “BNI” mencerminkan tampilan yang modern dan dinamis. Sedangkan penggunakan warna korporat baru memperkuat identitas tersebut. Hal ini akan membantu BNI melakukan diferensiasi di pasar perbankan melalui identitas yang unik, segar dan modern.


Budaya Perusahaan
Budaya Kerja BNI”PRINSIP 46”merupakan Tuntunan Perilaku Insan BNI, terdiri dari :

4 (Empat) Nilai Budaya Kerja dan 6 (Enam) Nilai Perilaku Utama Insan BNI
4 NILAI BUDAYA
KERJA BANJK BNI
6 NILAI PERILAKU UTAMA
 INSAN BNI
Profesionalisme 
(Professionalism)
·         Meningkatkan Kompetensi dan Memberikan Hasil Terbaik
Integritas
(Integrity)
  • Jujur, Tulus dan Ikhlas
  • Disiplin, Konsisten dan Bertanggungjawab
Orientasi Pelanggan
(Customer Orientation )
·         Memberikan Layanan Terbaik Melalui Kemitraan yang Sinergis
Perbaikan Tiada Henti
(Continuous Improvement)
  • Senantiasa Melakukan Penyempurnaan
·         Kreatif dan Inovatif

Referensi :


Selasa, 25 Desember 2012

BAB 14


IMPLEMETSI OPERASI & PENGENDALIAN SISTEM
      Implementasi adalah aktivitas untuk menguujutkan sistem secara pisik, dan menjadikannya sistem yang beroperasi dalam kegiatan usha sehari-hari. Kegiatasn implementasi dilakukan oleh spesialis sistem dngan tetap dalam pengendalian manajemen. Tahap implementasi ini terdiri dari berbagai aktivitas yang banyak diantaranya harus selalu dikoordinasikan dan harus selesai dalam waktu yang bersamaan.
·         Implementasi system
Tiga langkah utama dalam implementasi sistem:
a)      Membuat rencana dan pengendalian
b)      Melaksanakan kegiatan sesuai rencana
c)      Menindaklanjuti dan mengevaluasi sistem baru.

·         Pengendalian keuangan & system informasi
Ada perbedaan terpenting adalah bahwa produk informasi seringkasli sulit diukur dan dievaluasi. Sistem pembebanan kembali digunakan untuk menagih atau mengalokasikan biaya-biaya kepada para pemakai dalam organisasi.  Pandangan umum dalam sistem informasi adalah bahwa ada layanan pendukung dan para pemakai tidak dibebankan untuk itu atau para pemakai hanya harus menerima "awarness alocations". Mekanisme pengendalian tersebut harus eksplisit, seperti aturan-aturan operasi dengan jenis-jenis sebagai berikut . Seluruh pekerjaan dengan > 1000 catatan harus dijalankan setelah jam 3 sore. Seluruh pekerjaan yang membutuhkan 3 atau lebih pita harus dijalankan pada hari sabtu. Seluruh pekerjaan yang membutuhkan 600K atau lebih harus dijelaskan oleh penyelia operasi. Sistem pembebanan kembali adalah mekanisme yang digunakan untuk mengalokasikan biaya-biaya kepada pemakai dalam organisasi dalam kerangka keseluruhan sistem akuntansi pertanggungjawaban. Sistem pembebanan kembali ini dapat menerapkan salah satu dari dua bentuk umum. Yang tercanggih adalah penentuan tarif ditetapkan terlebih dahulu atau beban (harga) untuk layanan umit (seperti menit waktu komputer) dan penagihan atau pembebanan pemakai atas pemanfaatan aktual dengan menggunakan tarif ditetapkan terlebih dahulu tersebut.

·         Pengendalian atas sumber daya non keuangan dalam system informasi
Pengukuran kinerja perangkat keras mencakup pemanfaatan sistem, waktu penuh pengolahan dalam sistem, dan daya tanggap sistem. Statistik pemanfaatan sangatlah penting, karena dapat mengindikasikan adanya leher botol ataupun kebutuhan perluasan sistem. Downtime merupakan persentase waktu dimana mesin tidak tersedia untuk digunakan. Faktor nonkuantitatif utama lainnya yang penting dalam pengendalian adalah kinerja perangkat lunak.
Auditing Atas Sistem Informasi
Pendekatan umun yang di ikuti auditor adalah pertama, mendapatkan deskripsi mengenai sistem pengendalian intern, umumnya dengan menggunakan kuesioner pengendalian intern. Selama proses, auditor memasukkan tingkat dimana perusahaan secara aktual menerapkan pengendalian intern seperti yang di dokumentasikan dalam evaluasi pengendalian intern. Terakhir, auditor melakukan pengujian transaksi-transaksi spesifik yang berjalan dalam sistem.
Pemeliharaan dan Modifikasi Sistem
Salah satu alasan untuk melakukan perubahan adalah karena tidaklah mungkin untuk mengatasi seluruh kontinjensi selama tahap perancangan. Bugs adalah kesalahan pemrograman komputer yang tidak dapat dideteksi sampai sistem benar-benar memulai operasi. Seluruh modifikasi sistem harus didokumentasikan secara seksama. Dokumentasi harus mencakup alasan-alasan perubahan, perubahan-perubahan sebenarnya yang dilakukan, dan orang yang mengesahkan perubahan.
Referensi :

BAB 13


PERENCANAAN SISTEM
Perencanaan adalah suatu proses penetapan terlebih dahulu apa-apa yang akan dikerjakan. Pengembangan sistem informasi dengan pendekatan system life cycel dimulai dnegan mebuat perencanaan, analisa dan perancangan secara rinci.
·         Langkah-langkah perencanaan system
Adapun langkah-langkah dalam perancangan sistem meliputi :
a)      Physical System
Physical system berupa bagan alir sistem ( System Flowchart ) ataupun bagan alir dokumen ( Document Flowchart ).
b)      Logical Model
Logical Model dapat digambarkan dengan menggunakan diagram arus data atau ( DFD ). DFD digunakan untuk menggunakan sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika.

·         Pertimbangan-pertimbangan perencanaan umum
Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Desain sistem secara umum merupakan persiapan dari desain secara terinci. Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistim informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram computer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. Tahap desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen. Pada tahap desain secara umum, komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasi kepada user bukan untuk pemrogram. Komponen sistem informasi yang didesain adalah model, output, input, database, teknologi dan kontrol.

·         Teknik-teknik Perancangan
Perancangan Sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :
a)      Perancangan sistem sec.umum/perancangan konseptual, perancangan logikal/perancangan sec.makro
b)      Perancangan sistem terinci / perancangan sistem secara phisik.

Senin, 24 Desember 2012

BAB 12


PERENCANAAN DAN ANALISIS SISTEM

·         Perencanaan system & analisis kelayakan
A.      Analisis kelayakan
Tujuannya adalah :
a)      Menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan
b)      Berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar – benar dapat dicapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada perusahaan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling.
B.      Perencanaan sistem dan analisis sistem mencakup 7 tahap yaitu :
a)      Pembahasan dan perencanaan pada tingkat manajemen puncak
b)      Penetapan dewan pengarah perencanaan system
c)      Penetapan tujuan dan batasan keseluruhan
d)      Pengembangan perencanaan sistem informasi strategic
e)      Identifikasi dan memprioritaskan area spesifik dalam organisasi sebagai focus pengembangan system
f)       Pembuatan proposal sistem untuk mendukung dasar analisis dan perancangan awal sub system tertentu
g)      Pembentukan tim untuk tujuan analisis perancangan awal sistem.
C.      Tugas – tugas analisis kelayakan :
a)      Penentuan masalah dan peluang yang dituju system
b)      Pembentukan sasaran sistem baru
c)      Pengidentifikasian para pemakai sistem
D.     Metode penentuan penganggaran modal :
a)      Payback period
b)      Net present value
c)      Internal rate of return
d)      Modified internal rate of return.
E.      Ukuran kelayakan :
a)      Teknologi
b)      Ekonomi
c)      Non ekonomi
d)      Organisasi atau operasional
e)      Jadwal

·         Langkah-langkah analisis system
Di dalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harusdilakukan oleh analisis sistem sebagai berikut ini :
a)      Identify,yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
b)      Understand,yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
c)      Analyze,yaitu menganalisis system
d)      Report, yaitu membuat laporan hasil analisis

·         Teknik – teknik pengumpulan fakta
Fakta merupakan bagian dari informasi yang menunjukkan realita , situasi, dan relasi yang menjamin analisis permodelan, Ada tiga sumber yaitu :
        I.            Sistem yang berjalan menyediakan kesempatan untuk menetukan apakah sistem memuaskan,perlu sedikit perbaikan, membutuhkan pemeriksaan yang besar, atau diganti.Juga menyediakan sumber ide perancangan untuk membantu analis mengidentifikasikan sumber yang ada bagi sistem yang baru.
      II.            Sumber internal lainnya, Sumber yang utama adalah orang yang akan menggunakan system yang baru.Sumber kedua didapat dari dokumen kerja yang ada dalam organisasi. Dokumen dapat diklasifikasikan misalnya struktur organisasi, apa yang sudah dilakukan organisasi, dan rencana apa yang akan dilakukan organisasi
    III.            Sumber eksternal. Informasi yang berasal dari luar organisasi membuka cakrawala ide dan teknik. Banyak industri dari kelompok dan seminar memberikan.
Teknik-teknik mengorganisasikan fakta. Teknik untuk mengorganisasikan fakta terdiri dari :
        I.            Analisis pengukuran kinerja
      II.            Analisis Distribusi kerja
    III.            Analisis Fungsional
    IV.            Analisis Matriks

·         Analisis system terstruktur
Adalah Salah satu pendekatan formal pertama untuk analisis sistem informasi. Analisis ini terfokus pada aliran data dan proses bisnis dan perangkat lunak. Analisis ini disebut proses oriented. Analisis terstruktur sederhana dalam konsep. Proses analis menggambarkan serangkaian proses dalam bentuk diagram alir data (Data Flow Diagram) yang menggambarkan proses yang ada atau yang diusulkan bersama-sama dengan input , output dan file mereka.