Selasa, 03 Januari 2012

Sistem Informasi Manajemen


Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM bukan merupakan hal baru. Ruang lingkup SIM sebenarnya tertuang pada tiga kata pembentuknya, yaitu “sistem”, “informasi”, dan “manajemen”. Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Di dalam perusahaan, yang dimaksud elemen dari sistem adalah departemen-departemen internal, seperti persediaan barang mentah, produksi, persediaan barang jadi, promosi, penjualan, keuangan, personalia; serta pihak eksternal seperti supplier dan konsumen yang saling terkait satu sama lain dan membentuk satu kesatuan usaha.
Fungsi SIM
Didalam SIM ini terdapat beberapa fungsi yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan, diantaranya:
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
10. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
11. SIM untuk Pendukung Pengambilan KeputusanReferensi
Sistem informasi manajemen (SIM) mempunyai keunggulan yaitu dapat menolong perusahaan untuk :
1. meningkatkan efisiensi operasional
       Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan strategi keunggulan biaya (low-cost leadership).
Dengan menanamkan investasi pada teknologi sistem informasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut (barriers to entry) dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar.
Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalah mengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.
2. memperkenalkan inovasi dalam bisnis
     Penggunaan ATM (automated teller machine) dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun.
Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan utnuk menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.
3. membangun sumber-sumber informasi strategis.
     Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users.
      Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk membuat basis informasi strategis (strategic information base) yang dapat menyediakan informasi untuk mendukung strategi bersaing perusahaan. Informasi ini merupakan aset yang sangat berharga dalam meningkatkan operasi yang efisien dan manajemen yang efektif dari perusahaan. Sebagai contoh, banyak usaha yang menggunakan informasi berbasis komputer tentang konsumen mereka untuk membantu merancang kampanye pemasaran untuk menjual produk baru kepada konsumen.

Standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi – ISO 17799

Posted by hadiwibowo pada Februari 3, 2009
Keamanan data/informasi elektronik menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan yang menggunakan fasilitas TI dan menempatkannya sebagai infrastruktur penting. Sebab data/informasi adalah aset bagi perusahaan tersebut.
Keamanan data/informasi secara langsung maupun tidak langsung dapat mempertahankan kelangsungan bisnis, mengurangi resiko, mengoptimalkan return of investment dan bahkan memberikan peluang bisnis semakin besar. Semakin banyak informasi perusahaan yang disimpan, dikelola dan digunakan secara bersama, akan semakin besar pula resiko terjadinya kerusakan, kehilangan atau tereksposnya data/informasi ke pihak lain yang tidak berhak.
Ancaman dan resiko yang ditimbulkan akibat kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan data/informasi menjadi alasan disusunnya standar sistem manajemen keamanan informasi yang salah satunya adalah ISO 17799.
Penyusunan standar ini berawal pada tahun 1995, dimana sekelompok perusahaan besar seperti Board of Certification, British Telecom, Marks & Spencer, Midland Bank, Nationwide Building Society, Shell dan Unilever bekerja sama untuk membuat suatu standar yang dinamakan British Standard 7799 (BS 7799).
BS 7799 terdiri dari beberapa bagian yaitu : Part 1, The Code of Practice for Information Security Management. Part 2, The Specification for Information Security Management Systems (ISMS).
Pada tahun 2000, International Organization of Standardization (ISO) dan International Electro-Technical Commission (IEC) mengadopsi BS 7799 Part 1 dan menerbitkannya sebagai standar ISO/IEC 17799:2000 yang diakui secara internasional sebagai standar sistem manajemen keamanan informasi.
ISO 17799 meliputi 10 klausula pengendalian (10 control clauses), 36 sasaran pengendalian (36 control objectives) dan 127 pengendalian keamanan (127 controls securiy).
Seperti yang telah saya tulis di artikel sebelum ini, Pengendalian adalah cara yang dipilih untuk menyingkirkan atau meminimalkan risiko ke level yang dapat diterima. Berikut adalah penjabaran 10 klausula pengendalian :
1. Kebijakan Pengamanan (Security Policy), mengarahkan visi dan misi manajemen agar kelangsungan organisasi dapat dipertahankan dengan mengamankan dan menjaga integritas/keutuhan data/informasi penting yang dimiliki oleh perusahaan.
Kebijakan pengamanan sangat diperlukan mengingat banyaknya masalah-masalah non teknis seperti penggunaan password oleh lebih dari satu orang yang menunjukan tidak adanya kepatuhan dalam menjalankan sistem keamanan informasi. Kebijakan pengamanan ini meliputi aspek infratruktur dan regulasi keamanan informasi.
Hal pertama dalam pembuatan kebijakan keamanan adalah dengan melakukan inventarisasi data-data perusahaan. Selanjutnya dibuat regulasi yang melibatkan semua departemen, sehingga peraturan yang akan dibuat tersebut dapat diterima oleh semua pihak. Setelah itu rancangan peraturan tersebut diajukan ke pihak direksi untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan agar dapat diterapkan dengan baik.
2. Pengendalian Akses Sistem (System Access Control), mengendalikan/membatasi akses user terhadap informasi-informasi dengan cara mengatur kewenangannya, termasuk pengendalian secara mobile-computing ataupun tele-networking. Mengontrol tata cara akses terhadap informasi dan sumber daya yang ada yang meliputi berbagai aspek seperti :
a. Persyaratan bisnis untuk kendali akses; b. Pengelolaan akses user (User Access Management); c. Kesadaran keamanan informasi (User Responsibilities); d. Kendali akses ke jaringan (Network Access Control); e. Kendali akses terhadap sistem operasi (Operating System Access Control); f. Pengelolaan akses terhadap aplikasi (Application Access Management); g. Pengawasan dan penggunaan akses sistem (Monitoring System Access and Use); dan h. Mobile Computing dan Telenetworking.
3. Pengelolaan Komunikasi dan Kegiatan (Communication and Operations Management), menyediakan perlindungan terhadap infrastruktur sistem informasi melalui perawatan dan pemeriksaan berkala, serta memastikan ketersediaan panduan sistem yang terdokumentasi dan dikomunikasikan guna menghindari kesalahan operasional. Pengaturan tentang alur komunikasi dan operasi yang terjadi meliputi berbagai aspek, yaitu :
a. Prosedur dan tanggung jawab operasional; b. Perencanaan dan penerimaan sistem; c. Perlindungan terhadap software jahat (malicious software); d. Housekeeping; e. Pengelolaan Network; f. Pengamanan dan Pemeliharaan Media; dan g. Pertukaran informasi dan software.
4. Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem (System Development and Maintenance), memastikan bahwa sistem operasi maupun aplikasi yang baru diimplementasikan mampu bersinergi melalui verifikasi dan validasi.
Penelitian untuk pengembangan dan pemeliharaan sistem meliputi berbagai aspek, seperti : Persyaratan pengamanan sistem; Pengamanan sistem aplikasi; Penerapan Kriptografi; Pengamanan file sistem; dan Pengamanan pengembangan dan proses pendukungnya.
5. Pengamanan Fisik dan Lingkungan (Physical and Environmental Security), mencegah kehilangan dan/atau kerusakan data yang diakibatkan oleh lingkungan secara fisik, termasuk bencana alam dan pencurian data yang tersimpan dalam media penyimpanan atau dalam fasilitas penyimpan informasi yang lain.
Pengamanan fisik dan lingkungan ini meliputi aspek : Pengamanan area tempat informasi disimpan; Pengamanan alat dan peralatan yang berhubungan dengan informasi yang akan dilindungi; dan Pengendalian secara umum terhadap lingkungan dan hardware informasi.
6. Penyesuaian (Compliance), memastikan implementasi kebijakan-kebijakan keamanan selaras dengan peraturan dan perundangan yang berlaku, termasuk perjanjian kontrak melalui audit sistem secara berkala. Aspek-aspek yang diperlukan untuk membentuk prosedur dan peraturan, yaitu : Penyesuaian dengan persyaratan legal; Peninjauan kembali kebijakan pengamanan dan penyesuaian secara teknis; serta Pertimbangan dan audit sistem.
7. Keamanan personel/sumber daya manusia (Personnel Security), upaya pengurangan resiko dari penyalahgunaan fungsi dan/atau wewenang akibat kesalahan manusia (human error), manipulasi data dalam pengoperasian sistem serta aplikasi oleh user. Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah pelatihan-pelatihan mengenai kesadaran informasi (security awareness) agar setiap user mampu menjaga keamanan data dan informasi dalam lingkup kerja masing-masing.
Personnel Security meliputi berbagai aspek, yaitu : Security in Job Definition and Resourcing; Pelatihan-pelatihan dan Responding to Security Incidens and Malfunction.
8. Organisasi Keamanan (Security Organization), memelihara keamanan informasi secara global pada suatu organisasi atau instansi, memelihara dan menjaga keutuhan sistem informasi internal terhadap ancaman pihak eksternal, termasuk pengendalian terhadap pengolahan informasi yang dilakukan oleh pihak ketiga (outsourcing). Aspek yang terlingkupi, yaitu : keamanan dan pengendalian akses pihak ketiga dan Outsourcing
9. Klasifikasi dan pengendalian aset (Asset Classification and Control), memberikan perlindungan terhadap aset perusahaan yang berupa aset informasi berdasarkan tingkat perlindungan yang telah ditentukan. Perlindungan aset ini meliputi accountability for Asset dan klasifikasi informasi.
10. Pengelolaan Kelangsungan Usaha (Business Continuity Management), siaga terhadap resiko yang mungkin timbul didalam aktivitas lingkungan bisnis yang bisa mengakibatkan ”major failure” atau resiko kegagalan sistem utama ataupun ”disaster” atau kejadian buruk yang tak terduga, sehingga diperlukan pengaturan dan pengelolaan untuk kelangsungan proses bisnis, dengan mempertimbangkan semua aspek dari business continuity management.
Komunikasi data adalah suatu bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara computer computer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui
media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan baguan vital dari suatu masyarakat informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

PENDEKATAN SISTEM DALAM PEMECAHAN MASALAH DAN MEMBUAT KEPUTUSAN
(SISTEM INFORMASI MANAJEMEN)
1. A. Pemecahan masalah
Pentingnya pemecahan masalah
Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan tetapi pada konsekuensinya.
Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi/ aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satunya kunci pemecahan masalah adalah mengidentifikasikan berbagai alternatif keputusan.
B. Pendekatan sistem
Proses pemecahan masalah secara sistematis bermulai dari John dewey, seorang profesor filosofi dari colombia university. Ia mengidenfikasikan tiga seri penelitian yang terlibat dalam memecahkan suatu kontroversi secara memadai.
1. Mengenali kontroversi
2. Menimbang klaim alternatif
3. Membentuk penilaian
Serangkaian langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa maslah itu pertama-tama dipahami ,solusi alternatif dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih bekerja.
Langkah-langkahnya adalah sbb:
1. Usaha persiapan = mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem.
2. Usaha definisi = mencakup mengidentifikasi masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya.
3. Usaha solusi = mencakup mengidentifikasi berbagai solusi alternatif, mengevaluasinya, memilih satu yang tampak terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat menindaklanjuti untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.

Kamis, 29 Desember 2011

Perdagangan melalui Jaringan Elektronik (E-Commerce)


Perdagangan melalui Jaringan Elektronik (E-Commerce)
E-commerce merupakan perdagangan/perniagaan yang menggunakan media
elektronik sebagai perantaranya. Biasanya menggunakan internet sebagai
medianya.

Manfaat dari perdagangan melalui jaringan elektronik :
• Pelayanan pelanggan yang lebih baik.
• Hubungan dengan pemsok dan masyarakat keuangan yang lebih baik.
• Pengembalian atas investasi pemegang saham, dan pemilik yang meningkat
• Perusahaan-perusahaan ikut serta dalam perdagangan melalui jaringan elektronik untuk
     mencapai perbaikan di seluruh organisasi.
• Manfaat berkontribusi pada stabilitas keuangan perusahaan dan memungkinkannya untuk bersaing lebih baik dalam dunia bisnis yang semakin terikat untuk menggunakan teknologi computer.

 Kendala dari perdagangan melalui jaringan elektronik :
• Biaya Tinggi.
• Masalah Keamanan.
• Perangkat lunak yang belum mapan atau tidak tersedia.
• Tidak semua perusahaan ikut dalam keramaian perdagangan melalui jaringan
elektronik.
• Perusahaan – perusahaan yang telah memiliki system terutama
menggunakannya untuk transaksi terutama menggunakannya dengan pemasok
(91 persen) dan pelanggan (88 persen),
• serta proses-proses utama yang berhubungan dengan pesanan pembelian, transfer pembayaran dan faktur.

Strategi perdagangan melalui jaringan elektronik :
Strategi yang paling penting disebut adalah strategi yang elemen-elemennya dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Strategi ini adalah system antar organisasi (IOS). Istilah lain adalah EDI yaitu pertukaran data elektronik. Pertukaran data elektronik adalah suatu cara untuk mencapai system antar organisasi. Pembagian informasi berbasis computer yang sensitive dengan perusahaan lain dengan menggunakan teknologi yang umumnya diasosiasikan dengan internet, ekstranet biasanya terlindung dibalik firewall. Firewall adalah perangkat lunak computer yang hanya mengijinkan akses oleh pemakai sah.
• SISTEM ANTAR ORGANISASI (Interorganizatonal System-IOS).
• PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK (Electronic Data Interchange – EDI).
• EXTRANET.
• TRANSFER DANA secara ELEKTRONIK (Electronic Fund Transfer – EFT).

Pertukaran data elektronik (EDI) :
Adalah Pertukaran Data Elektronik (EDI) adalah transmisi data dalam bentuk yang terstruktur dan dapat dibaca mesin secara langsung dari computer-ke-komputer diantara beberapa perusahaan. atau pertukaran langsung dokumen-dokumen bisnis dari komputer ke komputer, seperti order pembelian dan order penjualan.

Kamis, 10 November 2011

Pengertian SATA, PATA, RAID, dan SCSI


Serial ATA (SATA atau Serial Advanced Technology Attachment) adalah bus komputerantarmuka untuk menghubungkan host bus adapter untuk perangkat penyimpanan massalseperti drive hard disk dan drive optik. Serial ATA ini dirancang untuk menggantikanparalel ATA yang lebih tua (PATA) standar (sering disebut dengan IDE nama lama), menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan antarmuka yang lebih tua: kabel ukuran dikurangi dan biaya (7 konduktor bukan 40), bertukar panas asli, lebih cepat transfer datamelalui harga yang lebih tinggi sinyal, dan transfer lebih efisien melalui (opsional) I / Oantrian protokol. SATA host adapter dan perangkat berkomunikasi melalui kabel serial kecepatan tinggilebih dari dua pasang konduktor. Sebaliknya, paralel ATA (yang redesignation untuk spesifikasi ATA warisan) menggunakan bus 16-bit lebar data dengan dukungan tambahan banyak dan sinyal kontrol, semua beroperasi pada frekuensi yang lebih rendah.Untuk memastikan kompatibilitas dengan perangkat lunak dan aplikasi warisan ATA,SATA menggunakan ATA ATAPI dasar yang sama dan perintah-ditetapkan sebagaiwarisan perangkat ATA. Pada 2009, SATA telah menggantikan paralel ATA di desktop pengiriman konsumen yang paling dan komputer laptop, dan diharapkan untuk akhirnya menggantikan PATAdalam aplikasi embedded di mana ruang dan biaya merupakan faktor penting. Pangsa pasar SATA di pasar desktop PC adalah 99% pada tahun 2008. [2] PATA tetap banyak digunakan dalam aplikasi industri dan tertanam yang menggunakan penyimpananCompactFlash, meskipun di sini, standar penyimpanan CFast berikutnya akan didasarkan pada SATA. 
  PATA (Pararel ATA) Pada awalnya harddisk PATA disebut hanya dengan ATA, namun setelah munculnya SATA ditambahkan kata Pararel didepannya untuk membedakan antara teknologi PATA dan SATA. Disebut dengan Pararel ATA karena pemasangannya dilakukan secara pararel dengan device / IDE lainnya. PATA tidak memiliki kemampuan Hot Swappable, kabel data yang dibutuhkan mencapai 40 kabel yang membuatnya dinilai tidak praktis, serta memiliki panjang kabel interface maksimal 18 inci (46 cm), namun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm). Kabelnya sendiri menggunakan ribbon-cable yang lebar. keterbatasan ini menjadikan PATA hanya sebagai interface internal storage. Interface ini juga mengalami perkembangan yang lambat mulai dari tahun 1994. UDMA 6 (133) atau Ultra DMA 133 adalah terobosan terakhir yang dikeluarkan pada tahun 2005 dan mulai saat itu boleh dibilang perkembangan harddisk PATA berhenti. PATA (Pararel ATA) Pada awalnya harddisk PATA disebut hanya dengan ATA, namun setelah munculnya SATA ditambahkan kata Pararel didepannya untuk membedakan antara teknologi PATA dan SATA. Disebut dengan Pararel ATA karena pemasangannya dilakukan secara pararel dengan device / IDE lainnya. PATA tidak memiliki kemampuan Hot Swappable, kabel data yang dibutuhkan mencapai 40 kabel yang membuatnya dinilai tidak praktis, serta memiliki panjang kabel interface maksimal 18 inci (46 cm), namun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm). Kabelnya sendiri menggunakan ribbon-cable yang lebar. keterbatasan ini menjadikan PATA hanya sebagai interface internal storage. Interface ini juga mengalami perkembangan yang lambat mulai dari tahun 1994. UDMA 6 (133) atau Ultra DMA 133 adalah terobosan terakhir yang dikeluarkan pada tahun 2005 dan mulai saat itu boleh dibilang perkembangan harddisk PATA berhenti. 
  RAID, singkatan dari Redundant Array of Independent Disk (Redundant Array awalnya of Inexpensive Disk), adalah teknologi penyimpanan yang memberikan peningkatan kehandalan dan fungsi melalui redundansi. Hal ini dicapai dengan menggabungkanbeberapa komponen drive hard disk ke dalam sebuah unit logis, dimana datadidistribusikan di seluruh drive dalam salah satu dari beberapa cara yang disebut "tingkat RAID", konsep ini adalah contoh dari virtualisasi penyimpanan dan pertama kali didefinisikan oleh David A. Patterson, Garth A. Gibson, dan Randy Katz dari University ofCalifornia, Berkeley pada 1987 sebagai redundant array of Inexpensive Disk [1] Pemasarmewakili produsen RAID industri kemudian berusaha untuk menemukan kembali istilah untuk menggambarkan berlebihan array disk independen sebagai sarana. memisahkanharapan biaya rendah dari teknologi RAID. [2] RAID sekarang digunakan sebagai istilah payung untuk skema penyimpanan data komputer yang dapat membagi dan replikasi data antara drive fisik. Drive fisik dikatakan dalam RAID, [3] yang diakses oleh sistem operasi sebagai salah satu drive tunggal.Skema yang berbeda atau arsitektur yang ditunjuk oleh kata RAID diikuti dengan nomor(misalnya, RAID 0, RAID 1). Skema masing-masing memberikan keseimbangan yang berbeda antara dua tujuan utama: meningkatkan keandalan data dan meningkatkan input /output kinerja. 
 Sistem Antarmuka Komputer Kecil (SCSI) adalah satu set standar untuk menghubungkan secara fisik dan mentransfer data antara komputer dan perangkat periferal. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol, dan antarmuka listrik dan optik. SCSI adalah yang paling umum digunakan untuk hard disk dan tape drive,tetapi dapat menghubungkan berbagai perangkat lain, termasuk scanner dan CD drive.Standar SCSI mendefinisikan perintah untuk set tertentu jenis perangkat periferal, kehadiran "tidak diketahui" sebagai salah satu jenis berarti bahwa dalam teori dapat digunakan sebagai interface untuk hampir perangkat apapun, tetapi standar ini sangatpragmatis dan ditujukan terhadap persyaratan komersial . SCSI adalah, cerdas perifer, buffer, peer to peer antarmuka. Ini menyembunyikankompleksitas dari format fisik. Setiap perangkat melekat pada bus SCSI dalam cara yang sama. Sampai dengan 8 atau 16 perangkat dapat dilampirkan ke sebuah bus tunggal.Ada dapat sejumlah host dan perangkat periferal tapi harus ada setidaknya satu host.SCSI menggunakan sinyal tangan berjabat antar perangkat, SCSI-1, SCSI-2 memiliki pilihan untuk memeriksa kesalahan paritas. Dimulai dengan SCSI-U160 (bagian dariSCSI-3) semua perintah dan data yang diperiksa oleh kesalahan checksum CRC32.Protokol SCSI mendefinisikan komunikasi dari host ke host, host ke perangkat periferal,perangkat periferal ke perangkat periferal. Namun sebagian besar perangkat periferalsecara eksklusif target SCSI, mampu bertindak sebagai pemrakarsa SCSI-tidak mampuuntuk memulai SCSI transaksi itu sendiri. Oleh karena itu perifer-untuk-komunikasi periferjarang terjadi, tapi mungkin dalam aplikasi SCSI umum. Logika Symbios chip 53C810contoh dari antarmuka host PCI yang dapat bertindak sebagai target SCSI.

Rabu, 19 Oktober 2011

komponen sistem informasi manajemen




Sistem adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerjasama untuk mencapai beberapa tujuan. Sistem informasi adalah kumpulan hardware dan software komputer, prosedur, dokumentasi, formulir dan orang yang bertanggung jawab untuk memperoleh, menggerakkan, manajemen,distribusi data dan informasi. Proses yang harus diikuti dalam pengembangansuatu sistem yang baik disebut sistem analysis and design (SA&D) Komponen sistem informasi manajemen adalah seluruh elemen yang membentuk suatu sistem informasi. Komponen SIM terbagi menjadi dua, yakni komponen Sistem Informasi Manajemen Fungsional dan komponen Sistem Informasi Manajemen Fisik. Komponen manajemen fungsional adalah semua komponen yang berhubungan dengan teknik pengumpulan data, pengolahan, pengiriman, penyimpanan, dan penyajian informasi yang dibutuhkan untuk manajemen, antara lain :
·         Sistem Administrasi dan Operasional. Sistem ini melaksanakan kegiatan rutin seperti halnya administrasi dan personalia dimana telah ditentukan prosedurnya dan diteliti terus agar perubahannya dapat diketahui.
·         Sistem Pelaporan Manajemen. Berfungsi untuk membuat dan menyampaikan laporan yang sifatnya periodik kepada manajer.
·         Sistem Database. Berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi unit organisasi. Database mempunyai kecenderungan berkembang dalam organisasi, sehingga interaksi antar unit bertambah besar yang menyebabkan informasi yang dibutuhkan juga semakin bertambah.
·         Sistem Pencarian. Berfungsi meberikan data atau informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan sesuai permintaan dalam bentuk tidak terstruktur.
·         Manajemen Data. Berfungsi sebagai media penghubung antara komponen sistem informasi dengan database dan antara masing-masing komponennya.

Komponen Sistem Informasi Manajemen secara Fisik Adalah keseluruhan perangkat dan peralatan fisik yang digunakan untuk menjalankan SIM.
Ada beberapa komponen-komponen pendukung SIM yang bersifat Fisik, antara lain :
·         Perangkat keras(hardware) : perangkat keras bagi suatu system informasi meliputi monitor, printer, dan lain-lain.
·         Perangkat lunak (software) : berupa file-file yang terkandung didalamnya.
·         Database : file yang berisi program dn data, yang terdata data penyimpanannya secara fisik.
·         Prosedur : komponen fisik yang tersedia berupa buku panduan dan instruksi.
·         Personil(brainware) : meliputi operator computer, analis system, programmer, dan lain-lain.








Rabu, 28 September 2011

Rahasia Sebuah Perusahaan


Rahasia Perusahaan

  • Yang dimaksud dengan rahasia Perusahaan adalah semua informasi baik yang berupa data, dokumen, gambar, atau hal lainnya yang berkaitan dengan Perusahaan, yang tidak boleh diberitahukan kepada pihak-pihak yang tidak berhak untuk mengetahuinya, berdasarkan pertimbangan keselamatan Perusahaan, persaingan usaha ataupun pertimbangan kepantasan (etika). 
  • Rahasia perusahaan adalah informasi rahasia yang dimiliki perusahaan dan perlu dilindungi oleh pihak manajemen dan karyawannya dari pihak pesaing. Misalnya harga beli bahan produksi, tehnik produksi, formula suatu produk, daftar nama, strategi pemasaran, strategi manajemen dan lain-lain. 
  • Jadi bisa disimpulkan bahwa rahasia perusahaan itu adalah informasi rahasia perusahaan yang tidak boleh diberitahukan dan dilindungi dari pihak pesaing atau pihak yang akan merugikan perusahaan tersebut.


Kewajiban menjaga rahasia Perusahaan

Pekerja wajib menjaga rahasia Perusahaan, dan bila ia menduduki suatu jabatan, maka ia wajib menjaga rahasia jabatan yang disandangnya. Membocorkan rahasia Perusahaan ataupun rahasia jabatan adalah suatu pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi. Yang dimaksud dengan rahasia jabatan adalah rahasia Perusahaan yang diketahui oleh seorang Pekerja karena jabatannya ataupun karena tugasnya.


Struktur Organisasi

Sebuah organisasi, ketika berdiri tentunya memiliki maksud (intention) kenapa bentuknya seperti tersebut. Bentuk formal organisasi diharapkan merupakan bentuk terbaik yang mendukung sepenuhnya pencapaian sasaran sang pendiri atau visi organisasi tersebut. Konfigurasi formal itulah yang dinamakan sebagai struktur organisasi.
Namun, sayangnya kadang antara pembentukan struktur organisasi dengan relasi/hubungan formal didalamnya belum sepenuhnya ’berjabat erat’ dengan visi organisasi. Kadang ada yang ’mismatch’ atau tidak ’link’ dengan sasaran strategis organisasi. Bahkan dalam beberapa hal tidak sepenuhnya mencerminkan aturan dasar (basic principle) struktur organisasi yang baik. Karena itulah, pembentukan struktur organisasi yang tepat merupakan syarat utama yang penting agar visi organisasi dapat tercapai.
Salah satu cara membentuk struktur organisasi adalah dengan membuat disain organisasi (organization design). Disain organisasi sendiri merupakan pembentukan peran (roles), aktifitas pengolahan (process), dan bentuk hubungan formal (formal relationship) dalam suatu organisasi. Didalamnya, ada pengembangan struktur keseluruhan di dalam organisasi baik unit maupun sub-sub unitnya, serta definisi peran dan proses yang lebih detil dalam unit maupun sub unit tersebut.
Di dalam pembentukan struktur organisasi itu sendiri, ada beberapa prinsip dasar yang harus dimiliki oleh struktur organisasi tersebut, diantaranya :
  • Struktur organisasi memberi prioritas pada pelanggan kunci (key customer priorities)
  • Struktur tersebut mampu mengurangi dan menghilangkan duplikasi organisasi
  • Struktur menyederhanakan lapisan manajemen di dalam organisasi.
  • Struktur organisasi dapat meningkatkan saluran komunikasi (channel of communication) di dalam organisasi.
  • Struktur organisasi tersebut memberikan peran, tanggungjawab yang jelas serta memiliki akuntabilitas.
Dalam kerangka konsep struktur organisasi banyak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
Faktor internal yang mempengaruhi antara lain :
  • Visi dan Misi organisasi
  • Strategi Organisasi
  • Model kepemimpinan (leadership model)
  • Kebijakan maupun prosedur
  • Budaya organisasi
Faktor eksternal yang mempengaruhi disain struktur organisasi antara lain :
  • Pelanggan
  • Supplier
  • Pemerintah
  • Aturan formal, hukum dan perundangan
  • Teknologi Manajemen    
  • Dan stakeholder lainnya (masyarakat, komunitas dll).
Kesemua faktor tersebut sangat mempengaruhi proses disain organisasi. Tentunya disain organisasi yang baik akan mempertimbangkan semua faktor tersebut sampai terbentuknya struktur organisasi yang efektif dan efisien.
1. Acuan disain perubahan struktur organisasi adalah tergantung strategi perusahaan. Ada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi. Rinciannya sebagai beirkut : Faktor internal& eksternal –>merubah strategi organisasi–>perlu terjemahan dalam struktur organisasi –>disain/restrukturisasi organisasi.
2. Implikasinya tentu banyak. Jika struktur berubah, hampir pasti job descriptionnya berubah. Karena itu perlu dilakukan analisa jabatan lagi (job analysis/job profiling) yang outputnya adalah job description. Contoh, tahun 2009 organisasi punya strategi cost effective leadership, dan terjemahan dalam struktur adalah penggabungan bagian / fungsi yang serupa (misal finance dgn treasury), kemudian fungsi IT dgn MIS, dll yang tentunya akan memangkas lapisan organisasi dan memerlukan job desc. baru. SOP bisa berubah bila memang alur proses bisnis mengalami perubahan.
3. tergantung mas donal, yang penting bagian yang berwenang tidak berkeberatan. Umumnya istilah supervisor adalah jabatan struktural yang tentunya memiliki akses terhadap pengelolaan karyawan langsung dan memiliki bawahan. Mengenai supervisor sama atau kabag, jawabnya bisa ya bisa tidak. Coba lihat struktur lapisan organisasi dari atas ke bawah. Misalkan struktur organisasi A : Direktur -> manager->Supervisor->staff, dan struktur organisasi B : Direktur ->KaDiv ->Kabag-> staff, maka supervisor relatif sama dengan kabag. Tetapi jika struktur organisasi A : Direktur ->General Manager->Manager->supervisor->staff, maka supervisor tidak sama dengan kabag.
4. Struktur organisasi melebar, artinya lebih landai yang ditandai dengan rentang kendali lebih besar. Misalnya dulu 1 manager membawahi 2 supervisor, sekarang 1 manager membawahi 5 supervisor dst.
Pembuatan struktur
Yang paling dahulu adalah merancang struktur organisasi dahulu, baru kemudian job description. Sebenarnya antara struktur organisasi dan job description itu seperti dwi tunggal, namun prioritas urutan pertama pembuatan adalah struktur organisasi, sebagai bentuk transformasi dari strategi, arahan maupun visi misi organisasi.
Untuk membuat struktur organisasi, bisa menggunakan fasilitas Microsoft Visio, untuk struktur yang kompleks. Bila menggunakan Word atau Powerpoint, memang agak terbatas.

10 Rahasia Sebuah Perusahaan yang Sukses
Definisi dari sebuah perusahaan yang sukses memiliki kesamaan. Perusahaan Luar Biasa melakukan hal-hal luar biasa. Beberapa berbuat lebih baik di daerah tertentu daripada yang lain. Karakteristik ini sering tumpang tindih. Setiap orang mempengaruhi semua yang lain. Ini adalah ciri-ciri perbedaan yang umum yang memisahkan sebuah perusahaan yang baik dari perusahaan besar. Perusahaan sukses adalah perusahaan yang memiliki budaya organisasi yang kuat dan dijalankan oleh seluruh karyawan yang ada di perusahaan tersebut. Buckminster Fuller berkata, "Integritas adalah esensi dari segala sesuatu yang sukses." Dan integritas adalah fondasi dari sebuah perusahaan kelas dunia. Tanpa fondasi yang solid dan Pilar yang kuat mustahil membuat bisnis sukses. Sebuah pilar atau support yang lemah akan melemahkan seluruh struktur. Sebaliknya, pilar yang kuat akan membantu mendukung yang lemah. Integritas berarti keutuhan. Hal ini membutuhkan kejujuran dan diandalkan. Tidak ada perusahaan yang dapat bertahan tanpa dasar-dasar perusahaan. Dan dasar-dasar harus menggabungkan nilai-nilai inti perusahaan. Pada akhirnya, apa yang Anda perjuangkan tergantung pada apa yang Anda inginkan untuk dicapai.

Berikut adalah sepuluh pilar atau pendukung suatu perusahaan menjadi sukses:

1. Komunikasi
Salah satu definisi dari bisnis adalah 'jaringan komunikasi dengan latar belakang hubungan'. Semua Perusahaan yang beroperasi sangat memerlukan komunikasi. Mereka mengatakan kebenaran dengan kasih sayang. Mereka menciptakan lebih banyak cahaya dari panas. Semua komunikasi-internal dan eksternal-jujur dan jelas. Perhatikan lintas komunikasi di perusahaan Anda.

2. Visi
Karyawan, pelanggan dan stakeholder ingin menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada mereka. Mereka ingin tahu di mana mereka akan pergi dan memiliki gambaran tentang apa yang mungkin. Sebuah visi dalam sebuah perusahaan adalah penting dan mutlak harus ada. Tanpa visi ibarat sebuah kendaraan yang melaju tanpa arah dan tujuan.

3. Misi dan Culture
Nilai-nilai dan misi perusahaan tidak hanya dikenal dan diartikulasikan, tetapi juga menunjukkan arah yang dilakukan oleh perusahaan dari hari ke hari. Setiap orang, dengan setiap interaksi menciptakan "momen kebenaran 'yang mencerminkan inti nilai-nilai perusahaan dari misinya. Misi adalah sesuatu hal yang dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai visinya. Culture adalah budaya dari perusahaan itu sendiri yang membatasi para pelaku di dalam bisnis tersebut untuk mencapai visi perusahaan.

4. Relationship
Di dalam sebuah perusahaan hubungan baik antara anggotanya harus sangat diperhatikan. Tidak ada yang bisa sukses karena perannya secara personal di dalam team. Semua orang akan saling berhubungan dan bekerjasama untuk menjalankan misi perusahaan dalam mencapai visinya.

5. Keunikan
Keunikan dan individualitas tidak hanya memungkinkan perusahaan untuk berdiri keluar dari kesamaannya dengan perusahaan sejenis, itu adalah bagian integral dari kepribadiannya. Ini identitas perusahaan, karakter dan posisi yang akan sangat dikenal oleh orang lain.

6. Orientasi Pelanggan
Tanpa konsumen perusahaan tidak bisa eksis. Penuhi kebutuhan pelanggan dengan apa yang mereka inginkan, melakukannya secara konsisten untuk menciptakan dan mempertahankan sebuah kepercayaan. Selalu memberikan apa yang Anda janjikan dan bahkan lebih ketika Anda mencanangkan ciri khas dari perusahaan yang berorientasi pelanggan.

7. Sumber Daya
Semua perusahaan akan sangat memelihara sumber daya yang dimilikinya secara baik dimasa sekarang maupun di masa depan. Sumber daya ini tidak terbatas pada-orang, modal, peralatan, perlengkapan, lingkungan dan properti intelektual saja. Sebuah perusahaan juga harus memiliki kewajiban untuk merawat dan tidak menyia-nyiakan seluruh Asset perusahaannya.

8. Stabilitas
Perusahaan haruslah stabil dan harus dapat bertahan lebih dari 100 tahun. Untuk melakukan hal ini, organisasi harus mampu mempertahankan nilai-nilai inti, dan tetap bersedia untuk mengubah budaya dan praktek operasional, tujuan dan strategi. Dan Kestabilan harus tetap terjadi agar sebuah bisnis terus dapat berkembang dan menjadi besar.

9. Produksi / Produktivitas
Tidak akan ada hasil yang diperoleh tanpa melakukan suatu usaha tertentu. Kemampuan untuk memproduksi dan melakukannya secara efektif dan efisien sangat penting dalam menciptakan produk dan layanan berkualitas yang  juga harus mempertahankan pertumbuhan. Selalu meningkatkan produktivitas yang ada akan sangat membuat perusahaan menjadi terus berkembang ke arah yang lebih besar dan baik.

10. Excellence
Keunggulan lebih mudah dialami daripada dijelaskan. Sebuah komitmen untuk perbaikan yang terus dilakukan secara konstan dan tidak pernah berakhir dapat dilihat sebagai salah satu keunggulan perusahaan kelas dunia. Sebuah perusahaan besar membawa semua sumber daya untuk dapat memberikan kualitas produk atau layanan sempurna. Mereka mempertahankan standar keunggulan mutu.

Selasa, 10 Mei 2011

Kepemimpinan

Latar Belakang Kepemimpinan
Setelah perencanaan dibuatdan struktor organisasi dibentuk maka langkah selanjutnya adalah pengisian jabatan dalam organisasi. dikalangan para ahli manajemen itu bermacam-macam pendapat mengenai kepemimpinan. Ada yang berpendapat kepemimpinan adalah fungsi leadership, fungsi motivating atau fungsi modeling.
Ada tiga implikasi penting mengenai kepemimpinan. Pertama, kepemimpinan melibatkan orang lain (bawahan atau pengikut), kualitas seorang pemimpin ditentukan oleh bawahan dalam menerima pengarahan dari pemimpin. Kedua, kepemimpinan merupakan pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin memiliki wewenang untuk mengarahkan beberapa kegiatan anggota kelompok dan sebaliknya bahwa secara tidak langsung bawahan mengarahkan kegiatan pemimpin. Ketiga, kepemimpinan disamping dapat mempengaruhi bawahan juga memiliki pengaruh. Dengan kata lain pemimpin tidak hanya dapat memberikan instruksi tetapi juga mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan instruksi pemimpin.


1. Pengertian Kepemimpinan

Seorang pemimpin dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan. Kualitas kerja dan tingkat prestasi suatu organisasi. Para pemimpin juga memiliki peranan kritis dalam membantu anggota kelompok, organisasi, maupun masyarakat dalam mencapai tujuan. Maka muncul suatu pertanyaan : Apa yang membuat seorang pemimpin efektif ? 90% dari mereka yang diajukan pertanyaan tersebut akan menjawab bahwa pemimpin yang efektif itu memiliki sifat-sifat atau kualitas tertentu yang diinginkan seperti kharisma, orientasi ke depan, optimisme, dll.

Seperti manajemen, kepemimpinan (leadership) telah didefinisikan dengan berbagai cara yang berbeda oleh berbagai orang yang berbeda pula. Menurut Stoner kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.

Kepemimpinan adalah bagian penting manajemen tetapi tidak sama dengan manajemen. Perbedaannya adalah jika kepemimpinan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja dalam mencapai suatu tujuan maka manajemen mencakup kepemimpinan dan juga fungsi-fungsi lain seperti perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan.


2. Pendekatan-pendekatan Studi Kepemimpinan

Semua penelitian dan teori kepemimpinan dapat diklasifikasikan sebagai pendekatan mengenai sifat, perilaku, dan situasional (contingency) dalam study tentang kepemimpinan. Pendekatan pertama memandang kepemimpinan itu tumbuh dari bakat. Pendekatan kedua pemimpin tumbuh dari perilaku. Kedua pendekatan diatas berasumsi bahwa seseorang yang memiliki bakat yang cocok atau memperlihatkan perilaku yang sesuai akan muncul sebagai pemimpin dalam situasi kelompok apapun yang ia masuki. Pendekatan ketiga bersandar pada situasi (situasionair perspective). Kondisilah yang menentukan efektifitas pemimpin. Efektifitas pemimpin bervariasi menurut situasi tugas yang harus diselesaikan, keterampilan dan penghargaan bawahan, lingkungan organisasi dan pengalaman masa lalu. Dalam situasi yang berbeda prestasi seorang pemimpin berbeda pula. Mungkin bisa lebih baik atau lebih buruk. Pendekatan ini memunculkan pendekatan kontingensi yang menentukan efektifitas situasi gaya pemimpin.


3. Pendekatan sifat-sifat kepemimpinan

Berbagai studi perbandingan sifat-sifat pemimpin dan bukan pemimpin sering ditemukan bahwa seorang pemimpin cenderung lebih cerdas, optimis, dan berani. Namun sering timbul anggapan bahwa jiwa seorang pemimpin sudah ada sejak ia dilahirkan. Dan terkadang mereka beranggapan jiwa kepemimpinan itu diwariskan dari orangtua atau sudah turun-temurun. Namun kenyataannya di negara demokrasi ini seorang pemimpin adalah ia yang memiliki kemampuan dalam menghandle segalanya, semua terjadi karena usahanya. Potensialnya mampu menembus garis keturunan. Seorang pemimpin adalah ia yang memiliki jiwa berani , optimis, cerdas, dan mampu menghadapi segala rintangan.

4. Fungsi-fungsi Kepemimpinan
Agar suatu kegiatan organisasi berjalan dengan efektif, seorang pemimpin harus melaksanakan dua fungsi utama yaitu :
1. Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan tugas (task-related) atau pemecahan masalah. Fungsi ini mencakup pemberian saran dalam penyelesaian masalah ,informasi dan pendapat.
2. Fungsi-fungsi pemeliharaan kelompok atau anggota (group-maintenance) maupun sosial. Fungsi ini mencakup semua yang dapat memperlancar kegiatan organisasi, persetujuan dengan organisasi lain, penengahan perbedaan pendapat, dll.

5. Gaya-gaya kepemimpinan

para peneliti telah mengidentifikasikan adanya dua gaya kepemimpinan yaitu :
1. Gaya dengan orientasi tugas (task-oriented). Dalam gaya ini pemimpin mengarahkan dan mengawasi bawahan secara tertutup agar menjamin tugas dilaksanakan sesuai dengan instruksi yang telah diberikan. Pemimpin dengan gaya ini lebih memperhatikan pelaksanaan pekerjaan daripada pengembangan dan pertumbuhan karyawannya.
2. Gaya dengan orientasi karyawan (employee-oriented). Dalam gaya ini , pemimpin lebih memotivasi karyawannya daripada mengawasinya. Pemimpin menyemangati karyawannya dalam melaksanakan tugas denga memberikan partisipasi dalam pembuatan keputusan, menciptakan suasana persahabatan serta hubungan-hubungan saling mempercayai dan menghormati antar anggota/karyawan.

6. TEORI X & TEORI Y dari McGREGOR

Strategi kepemimpinan efektih yang menggunakan manajemen partisipatif dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku klasiknya the Human Side of Enterprise. Buku ini emmiliki dampak besar pada para pemimpin. Konsep McGregor yang paling terkenal adalah bahwa strategi kepemimpinan dipengaruhi anggapan-anggapan seorang pemimpin tentang sifat dasar manusia. Terdapat dua anggapan yang saling berlawanan yang dibuat oleh para manajer dalam industri, yaitu :
1. Anggapan teori X
1) Kebanyakan sifat yang paling melekat pada manusia adalah “MALAS” atau tidak menyukai suatu pekerjaan dan akan menghindarinya bila memungkinkan.
2) Karakteristik “malas” memungkinkan manusia harus dipaksa, diawasi, diarahkan atau diancam dengan hukuman agar mereka menjalankan instruksi untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
3) Kebanyakan manusia lebih senang diarahkan , ingin menghindari tanggung jawab, ambisinya yang relatif kecil dan menginginkan keamanan/jaminan hidup diatas segalanya.

2. Anggapan Teori Y
1) Penggunaan usaha fisik dan mental dalam bekerja adalah kodrat manusia seperti bermain dan istirahat.
2) Pengawasan dan ancaman hukuman eksternal bukanlah satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan. Ia akan melakukan pengendalian dan pengarahan diri untuk mencapai tujuan.
3) Keterikatan pada tujuan merupakan fungsi dari penghargaan yang berhubungan dengan prestasi mereka.
4) Rata-rata manusia dalam kondisi yang layak, belajar tidak hanya untuk menerima tetapi mencari tanggung jawab.
5) Ada kapasitas besar untuk melakukan imajinasi, kecerdikan dan kreatifitas dalam penyelesaian masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan.
6) Potensi intelektual manusia hanya digunakan sebagian saja dalam kondisi kehidupan industri modern.
Seorang pemimpin yang menganut anggapan teori X akan cenderung menyukai gaya kepemimpinan otokratik, sebaliknya pemimpin yang mengikuti teori Y akan lebih menyukai gaya kepemimpinan partisipatif atau demokratik.

7. KESATUAN KEPEMIMPINAN TANNEMBAUM & SCHMIDT
Sebelum pemimpin/manajer melakukan pilihan gaya kepemimpinan terlebih dahulu harus mempertimbangkan tiga kumpulan kekuatan yaitu :

1) kekuatan-kekuatan yang terdapat dalam diri manajer yang meliputi :
a. Sistem nilai
b. Kepercayaan terhadap bawahan
c. Perasaan aman dan tidak aman
d. Kecenderungan kepemimpinan sendiri
2) kekuatan-kekuatan yang terdapat dalam diri bawahan mencakup :
a) Kebutuhan akan kebebasan
b) Efektifitas kelompok
c) Desakan waktu
d) Sifat masalah itu sendiri
3) kekuatan situasi mencakup :
a. Bentuk organisasi
b. Efektifitas kelompok
c. Desakan waktu
d. Sifat dari suatu masalah



8. Teori siklus hidup kepemimpinan
Pendekatan kontigen ini dikemukakan oleh Paul Hersey dan Kenneth Blanchard. Mereka berpendapat bahwa pemimpin yang efektif bervariasi menurut kematangan bawahan. Kematangan disini diartikan sebagai keinginan akan pencapaian, kesediaan menerima tanggung jawab dan kemampuan serta pengalaman. Bukan menurut usia atau stabilitas emosi.

Paul Hersey dan Kenneth Blanchard berpendapat bahwa hubungan antara manajer dengan bawahan ada empat tahap, yaitu :
1. Tahap pertama ketika bawahan baru pertama kali masuk organisasi, orientasi tugas yang tinggi adalah sangat tepat dan perlu diperkenalkan aturan dan prosedur organisasi.
2. Tahap kedua masih berorientasi pada tugas tetapi kepercayaan pada bawahan mulai ditingkatkan dan menuju kepada manajemen yang berorientasi pada karyawan.
3. Tahap ketiga kemampuan dan motivasi prestasi sudah mulai kelihatan dan manajer memberikan tanggung jawab yang lebih besar sehingga tidak lagi memerlukn hubungan direktif dengan manajer mereka.


Daftar Pustaka
Handoko, T.Hani, Manajemen, BPFE Yogyakarta, 1986
Reksohadiprodjo, Sukanto & T.Hani Handoko, organisasi Perusahaan :vteori dan perilaku, BPFE-Yogyakarta, 1983
Reksohadiprodjo, Sukanto & T.Hani Handoko &
Siswanto, Kebijaksanaan Perusahaan :konsep dasar dan studi kasus, BPFE-Yogyakarta, 1984
Stoner, James A.F, Management edisi dua, Prentice-hall international, Inc, Englewood Cliffs, New York, 1982